Ilalang Menyeru pada Badan Merengkuh Kalbu




Garis takdir mulai terbentuk dari titik demi titik,
Pertanyaan lampau, yang dahulu menyurau,
Kini perlahan memunculkan diri ke permukaan, menyampaikan jawaban
Rencana hidup ke depan, cita-cita dan romantisme persona juwita


Ia hadir dengan baik,
Sederhana,
Dengan visi menjadi tempat kebahagiaan pada insan,
Menyenangkan,
Serta membuat aroma terkesan


Layaknya ilalang indah yang terbang karena tiupnya angin,
Ia bertemu pada diriku yang paruh,
Yang menjadikan butirannya hinggap hingga ke kalbu,
Merasakan hangatnya kehadiran dengan penuh,
Dan menjadikannya utuh..


Aku merasa cukup ❤️ 




Hari ketujuh belas dalam tapak kilas
Pukul senja indah tanpa ada yang terbelah

Komentar