Sebelum memulai dari kesemuanya,
Coba pejamkan matamu perlahan,
Bayangkan hal-hal indah akan terjadi,
Tarik nafasmu..
Dan, hembuskan dengan lembut..
Lalu, bukalah kembali matamu
Lihat sinarnya, sebentar lagi ia akan datang.
Siap?
--------------------------------------------------------
Kita hidup didimensi yang dipenuhi oleh ekspetasi.
Ekspetasi membuat dan membuka ruang untuk kita bisa mengukir mimpi, membuat jejak, dan memahat sebuah karya.
Sayangnya, ekspetasi pula yang seringkali menebas diri kita sendiri yang telah penuh oleh harapan.
Ekspetasi yang membuat kita terkekang, tercelik dan setelahnya kita berhenti karena tak sanggup melanjuti.
Aku, berbicara mengenai ekspetasi orang lain.
Ekspetasi yang mereka bawa, menuntut kita, membuat sekat-sekat kebebasan dalam kita menjalani hidup.
Ia, begitu racun.
Ia, begitu racun karena,
Kegagalan memenuhi ekspetasi, membawa kita kepada penilaian remeh dari orang lain.
Diremehkan oleh orang-orang itu sakitnya bukan main. Pusingnya begitu terenyuh di kepala.
Lalu ia menggerogoti bagaimana cara kita berfikir, bagaimana cara kita bertindak dan bagaimana cara kita memandang dunia.
Kita merasa kurang, kita merasa tidak cukup, dan kita merasa bahwa kita seburuk itu.
.
.
Sekarang, coba tegakkan wajahmu
Tajamkan matamu
Perkuat pikiranmu
Lihat kearah cermin
Kamu melihat seseorang yang begitu kuat
Ia yang begitu hebat
Ia yang tidak tumbang atas kelatangan riyuh remeh dari orang lain
Ia, yang berani menebas segala gumpalan pelik untuk kebebasan
Kebebasan menjadi dirinya sendiri
Dirinya yang begitu unik,
Dirinya yang begitu hangat,
Dirinya yang begitu pantas untuk dicintai di dunia.
Jadi, tetaplah kamu menjadi dirimu
Dan, mulai untuk tidak mempedulikan apapun yang mencoba melemahkan keunikanmu, memendamkan kehangatanmu, dan mengubur rasa cinta pada dirimu.
Kamu... layak untuk bisa menjadi manusia hebat dengan karakter yang kamu punya.
Bahkan, teramat layak.. :)
-------------------------------------------------------------------------------
Hari pertama di Bulan Februari Tahun ke-21 dalam 2000
Pukul enam, dibentengi hujan

Komentar
Posting Komentar